06.26.07

MASA DEPAN DUNIA; Kajian Tentang Mahdiisme (1)

Ditulis dalam Kajian pada 2:33 pm06 oleh iwan

Terkait dengan masa depan dunia, diantara manusia terbagi menjadi dua kelompok besar. Sebagian pesimis dengan apa yang akan terjadi pada dunia, sementara sebagian memandang dunia dengan pandangan optimis.

Baca entri selengkapnya »

06.07.07

RUH !

Ditulis dalam Kajian pada 2:33 am06 oleh iwan

           

Apakah anda pernah mendengar ada manusia bisa terbang ( tanpa pake pesawat )? apakah anda percaya kalau  dalam sekejap seseorang bisa berpindah dari kota Bandung ke kota Jakarta ? Atau ada seseorang dalam satu waktu bisa ada di rumah bersama keluarga dan juga berada di kantor ? Apakah ada manusia yang  tidak  terikat oleh ruang dan waktu ?

Baca entri selengkapnya »

06.03.07

Kedudukan Cinta Dalam Tasawuf

Ditulis dalam Kajian pada 2:33 am06 oleh iwan

 Ilahi! Jika Engkau berikan kepadaku  dunia, maka berikanlah itu kepada musuh-musuhku!, jika Engkau berikan akhirat kepadaku, maka berikanlah itu kepada sahabat-sahabatku!. Karena bagiku cukup DIRIMU

Baca entri selengkapnya »

06.02.07

Mutakalim VS ‘Urafa

Ditulis dalam Kajian pada 2:33 am06 oleh iwan

Tasawuf ( mysticism ) merupakan sebuah faham yang muncul diantara kaum, kelompok dan agama dunia. Sebuah faham yang mempunyai ciri khas khusus dalam mengungkap dan menangkap hakekat alam dan hubungan antara manusia dengan hekekat. Dalam rangka mengungkap hakekat faham tasawuf tidak menggunakan media akal atau argument, akan tetapi media yang gunakan adalah Dzauq,shuhud, isyraq, wushul dan ittihad. Untuk sampai kepada tahapan ini terdapat aturan-aturan dan amalan-amalan khusus yang mesti dijalani. Dengan kata lain, untuk sampai kepada ilmu dan penemuan irfani, harus melewati tahapan-tahapan tertentu (sair wa suluk).

Baca entri selengkapnya »

05.24.07

Belajar Ikhlas Dari Ali as.

Ditulis dalam Kajian, Renungan, Teladan pada 2:33 am05 oleh iwan

            Keimanan dan pengorbanan Ali as. dalam rangka kemajuan agama islam tidak bisa diungkapkan lagi dengan kata-kata, semua orang mengakuinya baik kawan maupun lawan, mu’min maupaun kafir.

Walau dengan seribu jasanya terhadap islam, hari itu tatkala ia sadar bahwa ia harus safar dari dunia fana menuju dunia baqa, dan tatkala ia tahu bahwa ia harus menanggalkan sangkar tanah dan materinya menuju kekasih sejati dan kehidupan abadi yang selalu dinanti kedatangannya oleh para wali Allah. Malam itu ia mewasiatkan kepada putra terbesarnya Al-Hasan as. untuk tidak menguburkan jasadnya di kota Kufah, ia berpesan ketika waktu hampir menjelang subuh untuk membawa jasadnya ke tanah Ghari ( terletak di samping kota Kufah markas pemerintahannya ) dan supaya dikuburkan di tempat itu, setelah dikubur tutupilah kubur itu.

Baca entri selengkapnya »

Belajar Nahwu dan Sharaf Dari Ali as.

Ditulis dalam Kajian pada 2:33 am05 oleh iwan

Kita sering mendengar bahwa ilmu nahwu dan ilmu tata bahasa arab, seperti halnya ilmu-ilmu lain dalam islam berasal dari Ali as. akan tetapi kebanyakan kita tidak mengetahuinya.

Baca entri selengkapnya »

05.23.07

Belajar Filsafat dari Ali as.

Ditulis dalam Kajian pada 2:33 pm05 oleh iwan

Suatu hari Kumail bin Ziad bertanya kepada Ali as. : wahai Amirul mukminin! Definisikanlah kepadaku pengertian nafs, sehingga aku mengetahuinya.

Ali as. berkata : wahai Kumail! Nafs yang mana yang engkau maksudkan ?

Baca entri selengkapnya »

05.08.07

Akalnya Wanita, Kurang ?!

Ditulis dalam Kajian pada 2:33 pm05 oleh iwan

Ummu Nargis

Apa maksud dari riwayat yang mengatakan: akalnya wanita setengah dari laki-laki.

Baca entri selengkapnya »

05.02.07

FILSAFAT POLITIK IMAM ALI AS.

Ditulis dalam Kajian pada 2:33 pm05 oleh iwan

Apakah tujuan bisa menjadi pembenar bagi wasilah ? 

Pertanyaan di atas merupakan pertanyaan yang paling mendasar dalam kajian filsafat politik.  Pertanyaan lebih gamlangnnya; Apakah untuk sampai kepada tujuan dan maksud, kita dibenarkan melakukan apa saja dan dengan alat apa saja ? Dengan kata lain, jika seandainya tujuan kita adalah tujuan yang benar, berhak-kah kita menggunakan wasilah atau pelantaraan sesuatu yang tidak benar ? Sebagai contoh; jika seandainya kita memiliki tujuan pribadi seperti menggembirakan manusia, apakah karenanya kita dibenarkan untuk melakukan hal-hal seperti berbohong ? Ketika kita punya tujuan untuk mendapat kedudukan dan kekuasaan, apakah dibenarkan bagi kita untuk melakukan penipuan serta mengumbar janji palsu ?  Baca entri selengkapnya »

04.30.07

LIHATLAH BULAN DI LANGIT (2)

Ditulis dalam Kajian pada 2:33 pm04 oleh iwan

790d.jpg

Isim yang kau cari    tapi carilah musamma-nya

Bulan di langit    bukan di air  ju 

Semenjak pertemuanya dengan Shams, terjadi gejolak dalam jiwa Rummi.  Ia tidak bisa melupakan pertemuan itu. Kata-kata Shams  selalu terngiang-ngiang, merasuk dan merusak pikiran serta ideology Rummi.  Pertemuan singkat itu mampu merubah kehidupannya.  Ia pun menjadi salik dan belajar menempuh tarikat dari Shams. Petikan syair di atas adalah salah satu pelajaran yang didapat Rummi dari Shams. pelajaran tentang melihat bulan di langit.

Baca entri selengkapnya »

04.17.07

LIHATLAH BULAN DI LANGIT ! (1)

Ditulis dalam Kajian pada 2:33 pm04 oleh iwan

Shams            : Dimana anda melihatnya

Auhaduddin : Aku melihat bulan di air dalam bejana.

Shams     : Kalau tidak merepotkan leher anda, kenapa anda tidak meliahtnya di  langit ?  Baca entri selengkapnya »

04.10.07

ajal

Ditulis dalam Kajian pada 2:33 pm04 oleh iwan

Kenapa umur serta ajal bagi manusia disembunyikan ? Baca entri selengkapnya »

03.28.07

KETUHANAN DALAM NAHJUL BALAGHAH

Ditulis dalam Kajian pada 2:33 am03 oleh iwan

 setiawan

Di antara alumni-alumni lulusan akademi dan khalaqah Rasulullah saww. Ali as. adalah lulusan terbaiknya. Dengan potensi suci dan sempurna Ali as. mampu menangkap semua pelajaran sang guru, tidak ada satu hurufpun yang tidak difahami olehnya bahkan setiap satu huruf yang diajarkan oleh Rasul saww. terbuka baginya seribu pintu ilmu. Hal ini menjadikan Ali as. pemilik kesempurnaan akal dan iman.Di kalangan para arif, Ali as. adalah wujud tajalli tertinggi dari Haq yang maha tinggi. Karena ketinggian wujud suci alawi ini, hanya ka’bah yang mampu menerima tajalli wujudnya dan hanya mihrab yang sanggup menahan berat beban shahadah wujud suci ini. Hijab dunia dan tabir akherat dihadapan pandangan hakekat Ali as. tidak lagi memiliki warna. Pandangan Ali as. mampu menembus alam malakut serta tidak ada lagi yang tersembunyi dari pandangannya. Baca entri selengkapnya »