17UTC39UTC04bUTCTue, 17 Apr 2007 20:39:39 +0000 30, 2007

LIHATLAH BULAN DI LANGIT ! (1)

Posted in Kajian pada 2:33 pm04 oleh iwan

Shams            : Dimana anda melihatnya

Auhaduddin : Aku melihat bulan di air dalam bejana.

Shams     : Kalau tidak merepotkan leher anda, kenapa anda tidak meliahtnya di  langit ? 

 Dialog singkat ini kelihatannya tidak ada istimewanya, akan tetapi sebenarnya ini bukan dialog biasa, akan tetapi ajang “adu” kedudukan antara Shams dengan Auhaduddin. Pertanyaan Shams merupakan pertanyaan untuk menguji sampai dimana “Hal”, “Maqam” atau kedudukan bathin Auhaduddin, dan jawaban yang diberikan Auhaduddin menunjukan menunjukan tingkatan maqam yang ia duduki. artinya ia ingin mengatakan kepada Shams bahwa kekedudukan saya, baru bisa melihat bulan dalam air.   Tapi lain halnya dengan cerita yang terjadi dua ratus tahun sebelumnya, cerita yang memuat dialog antara Ibnu Sina dengan Abu Said Abulkheir.  Cerita yang dikutip oleh Muhammad bin Munawwar ini ditulis dalam bukunya Asrar Al-tauhid.  Diceritakan bahwa suatu hari Ibnu Sina dengan Abu Said adu ilmu dan berdebat  selama tiga hari tiga malam. Setelah Ibnu Sina keluar dari rumah Abu Said, para murid Ibnu Sina berbondong-bondong mendatangi sang guru untuk menanyakan apa kepadanya tentang Abu Said. Ibnu Sina menjawab : Apa yang aku ketahui ia meliahtnya. 
Para murid Abu Said pun tidak mau kalah mereka mendatangi sang muradnya dan menanyakan pendapat sang guru tentang Ibnu Sina, Abu Said berkata : Apa yang aku lihat ia mengetahuinya.  Terdapat perbedaan antara cerita pertama dengan cerita kedua.
Para lakon dari cerita pertama kedua-duanya adalah arif, sementara lakon dari cerita kedua; yang satu Filsuf ( Ibnu Sina ) dan yang lain arif ( Abu Said ). 

Cerita kedua menyuguhkan dialog dua orang yang berbeda jalan dalam mencapai hakekat; pertama lewat argumentasi falsafi dan hakekat yang diraih oleh jalan ini adalah sebuah konsep sedang yang kedua lewat shuhud irfani, yang pertama mengetahui dan yang kedua melihat.  Adapun pada cerita pertama keduanya  berada pada jalur yang sama yaitu kaum arif yang berusaha mencapai hakekat dengan shuhud irfani, Shams dan Auhaduddin  keduanya berada pada satu keyakinan yaitu bulan ( hakekat, Tuhan… ) hendaklah dilihat bukan diketahui. Hanya saja yang satu meliahtnya di langit dan yang lain di air, yang satu langsung dan yang lain melalui pelantara. Shams tidak menganggap bahwa melihat bulan dalam air adalah salah, akan tetapi ia menganggap itu suatu kekurangan.  Peringatan yang diutarakan oleh Shams terhadapa Auhaduddin adalah sebuah tuntunan irfani, Shams berkata :  Sekarang carilah dokter yang bisa mengobati anda, sehingga setiap anda melihat, anda akan melihat hakekatnya”.   Penyakit yang dimaksud oleh Shams dalam diri Auhaduddin adalah penyakit  ruhani yang berasal dari kelemahan maknawi. Dan yang dimaksud dokter oleh Shams juga adalah dokter ruh yang bisa mengajari bagaimana melihat hakekat dan bisa melihat bulan langsung dari langit. Dua jalan ini yaitu argumentasi akan dan shuhud yang didapat lewat riadhah ( latihan bathin ) serta dengan pensucian diri, bisa kita dapati dalam ucapan-ucapan Ma’shumin as. Terkadang kita dapatkan dalam ucapan mereka bahwa keyakinan dan hakekat bisa didapat oleh pensucian diri dan melaksanakan syariat Tuhan. Seperti dalam ziarah untuk para Imam as. :  “ …Aku bersaksi sesungguhnya engkau telah mendirikan shalat, memberikan zakat, menyuruh kepada kebenaran serta melarang kejahatan, engkau telah mentaati Allah sehingga engkau mendapatkan keyakinan … “ ( ziarah Imam Husein as. )  Akan tetapi dalam teks lain mereka menyarankan untuk menggunakan akal ( argument ) untuk meraih hakekat, seperti  nasehat Rasulullah saw. Kepada Imam Ali as. : Wahai Ali ! jika kamu melihat manusia mendekati Tuhannya dengan cara beribadah, maka kamu hendaklah mendekati Tuhan dengan akal, maka kamu akan mendahului mereka 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: