08UTC17UTC05bUTCTue, 08 May 2007 22:28:17 +0000 30, 2007

Akalnya Wanita, Kurang ?!

Posted in Kajian pada 2:33 pm05 oleh iwan

Ummu Nargis

Apa maksud dari riwayat yang mengatakan: akalnya wanita setengah dari laki-laki.

Pertanyaan diatas bisa dijawab dari sudut pandang di bawah ini:

1-Saksi perempuan dalam persidangan mesti dua orang , sedangkan laki-laki cukup dengan satu orang saksi. (khutbah-khutbah pendek Imam Ali as. Dalam Nahjul Balagah.)
2-Para ilmuan berhasil menghitung jumlah sel otak dalam manusia. Ternyata jumlah sel otak perempuan 14 miliar, dan jumlah sel otak laki-laki 21 miliar.
3-Berat otak perempuan1.000 gram, dan berat otaknya laki-laki 1.160 gram.(farhangg-e itilaat-e umumi hal 127)
4-Al-quran dalam salah satu ayatnya:” laki-laki adalah pemimpin kaum wanita”. Pengaturan urusan masyarakat seperti pemerintahan, pidana, serta perang, butuh kepada akal yang kuat. Seseorang tidak dibekali oleh hal itu dan sisi perasaan lebih menguasai jiwanya, maka ia tidak bisa menanggung kedudukan tersebut.Oleh karena kaum laki-laki yang memiliki kekuatan akal yang mengalahkan perasaannya, berbeda dengan kaum wanita yang memiliki keadaan yang sebaliknya.(Al-mizan jilid 4, hal 548.)

Jika kita telaah Sunnah Nabi saww. Ternyata dalam sepanjang hidupnya beliau tidak pernah menunjuk wanita untuk menjadi pemimpin dari sebuah suku dan tidak mengangkat mereka menjadi seorang hakim dan tidak mengajak mereka dalam berperang (Al-mizan jilid 4, hal 548-549.)
Sunnah illahi yang berlaku bahwa perempuan tidak bisa diangkat sebagai nabi atau imam. Dan Nabi saww .sendiri pun tidak menunjuk wanita sebagai pemimpin atau hakim, tidak diikut sertakan di medan perang dan urusan-urusan wanita di tanggung oleh laki-laki.ini semua ada hikmahnya. Apabila Allah swt menyamakan antara akal laki-laki dan wanita, maka Allah swt. Tidak menyerahkan urusan wanita kepada laki-laki dan Allah swt .melakukan hal ini demi terjaganya kelanggengan/keharmonisan keluarga.

Pertama:Allah swt memberikan yang terbaik bagi laki-laki dan wanita. Dalam firmanNya: “ sesungguhnya kami telah ciptakan manusia dengan sebaik-baiknya bentuk

Kedua: perbandingan wanita dengan laki-laki pada hakekatnya:
Di karenakan wanita kekuatan perasaannya jauh lebih besar di banding kekuatan akalnya, oleh karena itu perasaan mereka yang kuat mengurangi keleluasaan akal untuk berpikir. Yang dimaksud Imam Ali as. dalam hadist di atas bukan berarti akal wanita kurang, akan tetapi daya ingat (dzakirah) nya kurang. Oleh karenanya dalil yang dibawakan (dua orang saksi untuk wanita, satu saksi untuk laki-laki) mengarah kepada maksud tersebut .Al-qur’an juga mengisyaratkan hal ini : “jika tersesat/lupa salah satu dari mereka. Maka salah satu yang lain mengingatkannya

5 Komentar »

  1. Akalnya kurang, daya ingatnya yang kurang dan otaknya yang kurang dari laki-laki, yang mana nih yang benar? apakah mencakup semuanya?
    Memang kesimpulan terakhir relasi antara laki-laki dan perempuan “Sama tapi beda, dan beda tapi sama”.

  2. azzahra said,

    terima kasih
    taujih tentang hadis (pd judul) ada beberapa sudut pandang.
    no 2 dan 3 bicara tentang kurangnya otak (materi) wanita. sementara taujih no 1menyinggung akan kurangnya daya ingat wanita (yang merupakan salah satu kekuatan akal/quwa aqliah). dan no 4 mengisyaratkan akan kurangnya kekuatan akal wanita dalam menganalisa, men-tajrid, men-ta’mim dan… sebuah fenomena, karena desakan kekautan lain yang lebih unggul.
    wal hasil semuanya taujih untuk hadist dalam judul.
    dan relasi antara wanita dengan laki2 adalah “tidak sama dan berbeda”

  3. aagam said,

    Sebenarnya semua ada kelebihan dan kekurangan. Jadi saling mengisi. Mungkin seperti itu ya?

  4. iwan said,

    tepat sekali.
    masing2 ( laki2 dan wanita ) memiliki alat untuk menuju Tuhan. laki2 dengan akal sementara wanita dengan athifah (perasaan).
    yang menarik bahwa ternyata alquran lebih menggunakan pendekatan perasaan ketimbang akal. jadi menurut sebagian, wanita akan lebih bisa memaknai sentuhan alquran.
    terima kasih atas kunjungannya pak kiyai.

  5. muhsinlabib said,

    Salam

    Aneh, dalam realitas dunia pendidikan, prestasi perempuan hampir selalu mengungguli pria… Apakah riwayat demikian harus diterima sehingga harus dijustifikasi (taujih) sedemikian rupa? Studi matan dan sanadnya gimana sih? Mohon pencerahan.


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: