22UTC38UTC05bUTCTue, 22 May 2007 07:43:38 +0000 30, 2007

Syafaat

Posted in Renungan pada 2:33 am05 oleh iwan

Tidakkah keyakinan terhadap adanya syafaat membuat manusia menjadi berani untuk bermaksiat ? 

Sebelum menjawab pertanyaan di atas hendaklah kita memperhatikan poin berikut :Kata Syafaat berasal dari asal kata Syafi’a yang berarti menyatukan sesuatu dengan yang lain. Dinamakan syafaat karena di hari kiamat kebaikan Syafi ( yang memberi syafaat ) di satukan (di jaminkan)  dengan kebutrukan yang dimiliki oleh Masyfu’ lahu (yang diberi syafaat) yang mengakibatkan kebahagiaan bagi mereka.Syafaat tidak membuat seseorang menjadi berani untuk bermaksiat. Karena jika kita teliti ayat-ayat yang menyinggung masalah syafaat, selalu berbarengan dengan ungkapan bahwa syafaan tergantung kepada kehendak Tuhan. Artinya siapa saja yang Tuhan kehendaki maka Dia akan memberikan kepadanya syafaat ( tidak semua yang berbuat dosa ). Orang yang dengan sengaja bermaksiat kepada Tuhan, maka ia jangan berharap mendapat kebahagiaan di akherat karena syafaat yang diberikan kepadanya. Dari mana ia tahu bahwa Tuhan akan memberikan syafaat kepadanya di hari kiamat, atas semua dosa-dosanya. Di dalam beberapa riwayat juga disebutkan syarat-syarat orang yang akan mendapat syafaat. Dosa-dosa serta perkara-perkara apa saja yang menyebabkan seseorang tidak akan mendapat syafaat, salah satunya adalah ketika ia berbuat maksiat dengan disengaja.Karena  syafaat bukanlah hal pasti yang akan didapat oleh setiap pelaku maksiat, maka ia bukanlah penyebab beraninya mereka untuk bermaksiat.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: